Cuaca Panas Jabodetabek Capai 36 Derajat, BMKG Pastikan Bukan Dampak El Nino

BMKG menjelaskan penyebab cuaca panas hingga 36 derajat celcius di Jabodetabek serta mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat pada 28–29 April 2026

Selasa, 28 April 2026 - 13:00 WIB
Cuaca Panas Jabodetabek Capai 36 Derajat, BMKG Pastikan Bukan Dampak El Nino
BMKG meramalkan hari Selasa ini dan Rabu (29/4/2026) akan turun hujan. Foto: Hallonews/Yopy M Doroh

HALLONEWS.ID — Masyarakat di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih panas dari biasanya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, suhu di sejumlah wilayah bahkan mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama pada siang hari.

Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, menjelaskan bahwa kondisi terik ini terjadi akibat cuaca cerah yang mendominasi sejak pertengahan hingga akhir April 2026.

Ia menegaskan bahwa fenomena panas ini tidak berkaitan dengan El Nino, meskipun sempat ramai diperbincangkan.

Menurutnya, peningkatan suhu lebih dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga intensitas penyinaran menjadi maksimal di wilayah Indonesia.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat dari risiko terjadinya dehidrasi hingga heat stress atau kelelahan akibat panas. Sebisa mungkin untuk mencegah aktivitas padat di luar ruangan pada jam-jam puncak yaitu siang hari.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, karena paparan panas yang ekstrem ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat stress), hingga risiko gangguan pernapasan akibat polusi udara yang cenderung meningkat saat kondisi kering,” tutur Rita dikutip wartawan media ini Selasa (28/4/2026).

Selain itu, minimnya tutupan awan pada pagi hingga siang hari serta dominasi angin timuran dari Australia yang cenderung kering turut memperkuat kondisi panas.

Hal ini menyebabkan pembentukan awan berkurang dan paparan sinar matahari ke permukaan bumi menjadi lebih intens.

BMKG memprediksi kondisi cuaca panas ini masih akan berlangsung hingga awal Mei 2026, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.

Di tengah kondisi panas tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada 28–29 April 2026. Pada periode ini, sebagian besar wilayah berada pada status “Waspada” dengan potensi hujan sedang hingga lebat.

Secara umum, status cuaca dalam dua hari tersebut didominasi level “Waspada” (hujan sedang hingga lebat), dengan peningkatan ke level “Siaga” (hujan lebat hingga sangat lebat) di beberapa wilayah pada 29 April 2026.

Sementara BMKG tidak mencatat adanya wilayah dengan status “Awas” atau berpotensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, serta tidak ada peringatan dini angin kencang.

Pada 28 April 2026 hari ini, seluruh wilayah Jabodetabek diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tanpa adanya peningkatan ke level lebih tinggi.

Namun, pada 29 April, dua wilayah di DKI Jakarta yakni Jakarta Timur dan Jakarta Selatan meningkat ke status “Siaga”, yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Menurut BMKG, pada Selasa (28/4/2026), seluruh wilayah Jabodetabek masuk dalam kategori Waspada. Artinya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat memicu dampak hidrometeorologi ringan hingga sedang.

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Seluruh wilayah DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, Selatan, hingga Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok.

“Pada hari ini, tidak ada wilayah yang masuk kategori Siaga maupun Awas, serta tidak terdapat potensi angin kencang,” ujarnya.

Memasuki Rabu (29/4/2026), BMKG mencatat adanya peningkatan potensi hujan di beberapa wilayah.

Meski sebagian besar wilayah masih berada pada level Waspada, dua wilayah di DKI Jakarta naik ke status Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat), yakni, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Kondisi ini menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat berdampak lebih signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Sementara itu, wilayah-wilayah lain di Jabodetabek yang masih berstatus Waspada meliputi, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Depok.

BMKG menilai kondisi ini masih tergolong umum terjadi pada masa pancaroba, ketika atmosfer cenderung labil dan memicu pertumbuhan awan hujan secara tiba-tiba.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca, baik akibat panas ekstrem maupun hujan. Risiko seperti dehidrasi, heat stress, genangan air, hingga banjir lokal dapat terjadi apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Warga juga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, menjaga asupan cairan, serta terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mendapatkan pembaruan yang akurat. (opy)