Jalan Ambles di Kali CBL Cibitung Bekasi Makin Parah, Akses Mobil Lumpuh Total

Jalan Kali CBL di Bekasi kembali longsor di tiga titik hingga mobil tak bisa melintas. Warga khawatir longsor makin parah dan meminta perbaikan permanen segera dilakukan.

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:08 WIB
Jalan Ambles di Kali CBL Cibitung Bekasi Makin Parah, Akses Mobil Lumpuh Total
Jalan Raya Kali CBL di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, kembali longsor di sejumlah titik. Foto/Hallonews

HALLONEWS.ID – Jalan Raya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, kembali longsor di sejumlah titik. Kerusakan berulang membuat akses utama warga lumpuh dan kendaraan roda empat kini tidak bisa melintas.

Pantauan di lokasi menunjukkan sedikitnya tiga titik longsor tersebar di sepanjang sekitar 12 kilometer ruas Jalan Kali CBL. Salah satu titik terparah membuat badan jalan ambles hingga menyisakan jalur sempit sekitar 1,5 meter hanya bisa dilalui sepeda motor secara bergantian.

Beton jalan tampak retak dan turun ke sisi kali. Warga bahkan memasang ban bekas dan kayu di sekitar lokasi untuk mencegah pengendara terperosok ke jalan yang ambles. Warga mengaku khawatir longsor meluas karena kondisi tanah di sepanjang Kali CBL dinilai labil dan terkikis air.

“Kalau harus muter, waktu perjalanan bisa dua kali lebih lama. Satu-satunya solusi ya perbaikan permanen,” kata Riski (30), salah satu warga.

Menurut warga, longsor terbaru terjadi pada Rabu (20/5/2026) siang. Sebelumnya, kerusakan serupa juga berulang kali muncul di titik yang sama.

Warga menyebut aliran air dari kali dan rembesan saluran irigasi membuat struktur tanah terkikis hingga akhirnya amblas. “Untung pas kejadian enggak ada mobil lewat,” ujar Yudi Purnomo (45).

jln ambles
Jalan Raya Kali CBL di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, kembali longsor di sejumlah titik. Foto/Hallonews

Akibat kondisi tersebut, arus kendaraan harus diatur bergantian oleh warga agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan. Minimnya penerangan jalan juga membuat lokasi longsor dinilai berbahaya terutama pada malam hari.

Sementara itu, Pemkab Bekasi memastikan penanganan permanen akan dilakukan tahun ini. Sebab, jalan tersebut merupakan program prioritas perbaikan di tahun ini oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK).

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi Dede Chairul mengatakan perbaikan di jalan tersebut nantinya akan menggunakan bore pile dan penguatan konstruksi di sisi jalan.

“Pemerintah menyiapkan anggaran rekonstruksi sekitar Rp2,1 miliar untuk penanganan longsor sepanjang 50 meter di Desa Kertamukti. Selain itu, anggaran darurat Rp4 miliar disiapkan untuk mengantisipasi longsor susulan di sepanjang jalur CBL,” kata Dede.

Menurut Dede, posisi jalan yang berada di antara saluran irigasi dan Kali CBL membuat konstruksi jalan sangat rentan terdampak rembesan air dan derasnya aliran sungai.

Selain faktor alam, tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar juga disebut mempercepat kerusakan jalan di jalur tersebut. “Secepatnya dilakukan perbaikan, saat ini perbaikan menunggu tahapan lelang untuk segera dikerjakan,” tandasnya. (dul)