Longsor di Bogor Terdampak 55 Jiwa, BPBD Lakukan Penanganan dan Edukasi Warga
BNPB mencatat longsor di Bogor berdampak pada 55 jiwa. BPBD lakukan penanganan cepat bersama warga, tanpa korban jiwa.

HALLONEWS.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana dalam periode pemantauan 19 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 April 2026 pukul 07.00 WIB.
Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah tanah longsor di wilayah Kabupaten Bogor.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa longsor terjadi pada Jumat (17/4) malam setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi yang cukup lama.
Kondisi tanah yang jenuh air menyebabkan longsor di sejumlah titik. Bencana ini berdampak pada tujuh kecamatan dan tujuh desa, yakni Kecamatan Cijeruk (Desa Tanjungsari), Kecamatan Nanggung (Desa Curugbitung), Kecamatan Tenjolaya (Desa Tapos I), Kecamatan Cigudeg (Desa Cigudeg), Kecamatan Ciomas (Desa Laladon), Kecamatan Megamendung (Desa Sukakarya), serta Kecamatan Sukajaya (Desa Pasir Madang).
Sebanyak 15 kepala keluarga atau 55 jiwa dilaporkan terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kerugian materiil meliputi dua rumah mengalami kerusakan ringan, satu rumah rusak sedang, dan tiga rumah lainnya terdampak.
“Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terjadi tetap memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Abdul, Senin (20/4/2026).
Ia menegaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dan penanganan di lapangan.
Langkah yang dilakukan meliputi asesmen dan pendataan dampak bencana, analisis kondisi wilayah terdampak, penanganan darurat sesuai prosedur, serta edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana susulan.
Penanganan bencana ini masih mengacu pada kebijakan status siaga darurat yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626.BPBD/2025.
Status tersebut berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026, mencakup potensi bencana banjir, cuaca ekstrem, abrasi, dan longsor.
Saat ini, material longsor telah dibersihkan secara gotong royong oleh warga bersama petugas. Akses jalan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak mulai kembali normal.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi, guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. (opy)
