Sampah Selama Lebaran di Kota Bekasi Tembus 3.677 Ton, Lonjakan Terjadi saat Malam Takbiran
DLH Kota Bekasi mencatat volume sampah selama Lebaran 2026 mencapai 3.677 ton. Lonjakan terjadi saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri akibat meningkatnya aktivitas masyarakat.

HALLONEWS.ID – Volume sampah di Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat total sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 3.677 ton dalam kurun waktu 19 hingga 23 Maret 2026.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan seluruh sampah yang terkumpul telah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, untuk kemudian dilakukan pemilahan oleh petugas, terutama sampah rumah tangga yang masih dapat didaur ulang.
Menurutnya, lonjakan volume sampah paling tinggi terjadi pada malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri karena meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di rumah tangga, pusat perbelanjaan, maupun lokasi keramaian.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama periode Lebaran, DLH telah menyiagakan seluruh unit pelaksana teknis daerah (UPTD) kebersihan di tingkat kecamatan sejak sebelum Lebaran.
Pengangkutan sampah dilakukan secara intensif dan bertahap mulai 18 hingga 24 Maret 2026 dengan fokus pada titik-titik yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah besar seperti pasar tradisional, pusat perbelanjaan, kawasan permukiman, serta lokasi keramaian selama libur Lebaran.
DLH juga melakukan pemantauan khusus di sejumlah titik rawan penumpukan sampah, terutama pada malam takbiran hingga Hari Raya, untuk memastikan tidak terjadi penumpukan yang mengganggu lingkungan.
Selain itu, armada tambahan juga disiapkan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah yang tidak terduga selama masa libur panjang.
Pemerintah Kota Bekasi juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya serta mengikuti jadwal pengangkutan yang telah ditentukan agar pengelolaan sampah selama libur Lebaran tetap berjalan optimal. (dul)
