Video Sumpah Al Quran untuk Dukung Kades Sumbersari Bekasi Viral Jelang Pilkades
Video sejumlah RT dan RW di Desa Sumbersari, Kabupaten Bekasi disumpah di bawah Al-Qur’an untuk mendukung kepala desa viral di media sosial jelang Pilkades 2026.

HALLONEWS.ID – Video sejumlah orang disumpah di atas Al Quran agar tetap setia mendukung Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, viral di media sosial dan memicu sorotan publik.
Dalam video yang beredar, tampak beberapa orang mengikuti prosesi sumpah dipandu seorang pria yang diduga tokoh masyarakat setempat. Para peserta terlihat bersalaman, mengucapkan dua kalimat syahadat, lalu menyatakan janji setia mendukung Kepala Desa Sumbersari, Nurfadilah.
Tak hanya itu, mereka juga mengucapkan pernyataan siap menerima kesengsaraan dunia dan akhirat apabila melanggar sumpah yang telah diucapkan. Video tersebut ramai diperbincangkan warga setelah tersebar melalui grup WhatsApp pada pertengahan Mei 2026.
Salah satu warga Sumbersari, Sari Khalis (35), membenarkan adanya prosesi sumpah tersebut. Namun ia mengaku tidak mengetahui pasti lokasi maupun waktu pelaksanaannya.
“Saya mendapatkan informasi pada 16 Mei 2026. Memang ramai di lingkungan warga terkait sumpah Al-Quran di hadapan tokoh masyarakat Desa Sumbersari,” kata Khalis, Jumat (29/5/2026).
Menurut informasi yang diterimanya, sejumlah peserta yang mengikuti sumpah disebut merupakan ketua RT dan RW di wilayah Desa Sumbersari. Mereka diduga diminta tetap mendukung kepala desa apabila kembali maju dalam Pilkades 2026.
“Informasinya ada sekitar 12 orang yang tergabung RT dan RW, tetapi yang hadir saat sumpah hanya 10 orang,” ungkapnya.
Viralnya video tersebut langsung menuai perhatian karena dinilai berkaitan dengan dinamika politik menjelang pemilihan kepala desa.
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menilai prosesi sumpah dukungan itu menjadi gambaran masih adanya praktik politik transaksional di tingkat lokal.
Ia menilai penggunaan simbol agama dalam penggalangan dukungan politik tidak bisa dianggap
sepele dan perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
“Saya sudah melihat videonya. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi politik bagi calon maupun pemilih,” kata Ade.
Menurutnya, dukungan politik semestinya dibangun lewat kerja nyata dan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, bukan melalui tekanan moral ataupun simbol-simbol tertentu.
Hingga kini, Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha belum memberikan tanggapan terkait viralnya video sumpah dukungan tersebut. (dul)
