Wamenko Pangan Andalkan Warung Pangan ID Food untuk Tekan Harga dan Perkuat Pasar Tradisional

Warung Pangan ID Food diperluas menjadi instrumen stabilisasi harga, memperkuat pasokan dan akses pangan di pasar tradisional seluruh Indonesia.

Senin, 20 Juli 2026 - 11:28 WIB
Wamenko Pangan Andalkan Warung Pangan ID Food untuk Tekan Harga dan Perkuat Pasar Tradisional
Wamenko Pangan Hanif Faisol bersama Dirut ID Food, Ghimoyo dalam peresmian Warung Pangan di Pasar Tebet, Jaksel. (Foto: Hallonews/Prana)

HALLONEWS.ID – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan melalui pengembangan Warung Pangan ID Food di pasar-pasar tradisional. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Warung Pangan di Pasar Tebet Timur, Jakarta Selatan, oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq bersama Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Ghimoyo, Senin (20/7/2026).

Hanif menegaskan keberadaan Warung Pangan bukan sekadar menambah jaringan distribusi, tetapi menjadi infrastruktur penting untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Menurutnya, Indonesia memiliki ribuan pasar tradisional yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Namun, sebagian besar pasar tersebut masih menghadapi kendala dalam memperoleh pasokan barang secara langsung dari produsen maupun industri.

“Selama ini akses distribusi lebih banyak dinikmati pasar modern, sedangkan pasar tradisional masih kesulitan mendapatkan stok barang. Warung Pangan ID Food diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat rantai pasok sekaligus menjaga keterjangkauan harga,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, ID Food memegang dua mandat utama dari pemerintah, yakni menjaga stabilitas harga pangan dan menjalankan fungsi bisnis agar tetap mencatatkan keuntungan. Menurut Hanif, kedua fungsi tersebut dapat berjalan beriringan.

Hanif mengungkapkan kinerja ID Food juga menunjukkan tren positif. Setelah mengalami kerugian hingga 2024, perusahaan pelat merah tersebut berhasil membukukan laba bersih sekitar Rp1,2 triliun hingga Rp1,3 triliun pada 2025.

wamenko pangan warung pangan id 2
Pemerintah memperkuat upaya menjaga stabilitas harga pangan melalui pengembangan Warung Pangan ID Food di pasar-pasar tradisional. Peresmian Warung Pangan ID Food di Pasar Tebet, Jaksel, dihadiri Wamenko Pangan Hanif Faisol dan Dirut ID Food, Ghimoyo.
(Foto: Hallonews/Prana)

Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa ID Food mampu menjalankan fungsi komersial tanpa mengabaikan tugasnya sebagai stabilisator harga pangan nasional.

Lebih lanjut, Hanif mengatakan pemerintah ingin memanfaatkan infrastruktur pasar yang sudah ada daripada terus menggelar operasi pasar secara masif setiap kali harga bergejolak.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya pada ketersediaan pangan, tetapi juga efisiensi distribusi. Rantai distribusi yang terlalu panjang membuat harga barang meningkat sebelum sampai ke tangan pedagang maupun konsumen.

Karena itu, Warung Pangan ID Food diharapkan mampu memangkas jalur distribusi dengan menghubungkan produsen langsung ke pasar tradisional melalui jaringan gudang dan stokis.

Saat ini pemerintah telah memetakan sekitar 27 ribu Warung Pangan yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pengendalian harga. Program tersebut juga diproyeksikan berjalan berdampingan dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sehingga keduanya saling melengkapi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hanif berharap jaringan Warung Pangan terus diperluas hingga menjangkau seluruh daerah di Indonesia. Selain menjaga harga bahan pokok, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat akses pangan masyarakat serta meningkatkan daya saing pasar tradisional melalui sistem distribusi yang lebih efisien. (agn)