Air di Bendung Katulampa Sentuh Titik Nol, Terparah Sepanjang Sejarah

Kemarau panjang yang melanda Bogor membuat debit air di Bendung Katulampa turun hingga 0 cm. Kondisi ini disebut sebagai yang terparah sepanjang sejarah.

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:00 WIB
Air di Bendung Katulampa Sentuh Titik Nol, Terparah Sepanjang Sejarah
Bendungan Katulampa dalam keaaaan memprihatinkan. Debit air ekstrim di angka 0 Cm. (Foto: Hallonews/Dok)

HALLONEWS ID – Kemarau panjang yang melanda wilayah Bogor selama lebih dari satu bulan mengakibatkan kondisi Bendung Katulampa berada pada titik paling kritis. Debit air Sungai Ciliwung di bendung tersebut tercatat menyentuh angka 0 sentimeter, kondisi yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.

Surutnya aliran air membuat dasar sungai dipenuhi bebatuan yang terlihat jelas di permukaan.

Fenomena ini menjadi perhatian karena Bendung Katulampa merupakan salah satu titik pemantauan penting bagi aliran Sungai Ciliwung menuju wilayah hilir, termasuk Jakarta.

Widi (52), warga Griya Katulampa yang tinggal di sekitar bendungan mengatakan, kondisi kekeringan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk kemarau panjang tahun 2026 sangat parah. Debit air di Katulampa saja menyentuh angka 0. Ini menjadi sejarah sepanjang bendungan ini ada,” ujar Widi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pada musim kemarau beberapa tahun lalu, wilayah tersebut memang pernah mengalami kekeringan hingga sumur warga terdampak.

Namun saat itu debit air di Bendung Katulampa masih berkisar antara 10 hingga 15 centimeter.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dampak kekeringan tidak hanya dirasakan pada berkurangnya pasokan air, tetapi juga terhadap ekosistem sungai.

Sejumlah ikan yang sebelumnya dilepas ke Sungai Ciliwung oleh berbagai komunitas dilaporkan mati akibat minimnya debit air.

“Anak-anak biasanya mandi di aliran Sungai Ciliwung pada sore hari. Sekarang yang terlihat hanya bebatuan. Ikan-ikan yang pernah dilepas ke sungai juga banyak yang mati,” katanya.

Selain itu, kualitas air sumur warga di sekitar bendung disebut mulai mengalami penurunan dan tidak lagi sejernih biasanya.

Kondisi ekstrem di Bendung Katulampa diduga dipicu minimnya curah hujan di kawasan hulu, terutama wilayah Puncak, Kabupaten Bogor, selama beberapa pekan terakhir.

Akibatnya, pasokan air ke Sungai Ciliwung terus menurun hingga mencapai level terendah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan air berada tepat di dasar alat ukur bendungan.

Surutnya aliran sungai, membuat bebatuan dan dasar sungai tampak jelas, sementara pasokan air ke wilayah hilir berkurang drastis.

Kondisi ini juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem sungai serta kebutuhan irigasi yang bergantung pada aliran Sungai Ciliwung.

Fenomena debit air mencapai 0 sentimeter di Bendung Katulampa, menjadi salah satu indikator dampak serius kemarau panjang yang tengah melanda Bogor dan menjadi kondisi terendah yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir. (opy)