Fraksi PDIP Minta Transjakarta Terbuka ke Publik Terkait Insiden Dugaan Bus Tabrak Pesepeda di Monas

Fraksi PDIP meminta Transjakarta bersikap transparan terkait insiden bus yang diduga menabrak pesepeda di Monas, Jakarta Pusat pada Minggu (26/5/2026).

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:15 WIB
Fraksi PDIP Minta Transjakarta Terbuka ke Publik Terkait Insiden Dugaan Bus Tabrak Pesepeda di Monas
Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.ID – Sekretaris Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Dwi Rio Sambodo, menyoroti insiden pesepeda yang diduga ditabrak bus Transjakarta di kawasan Monas, Jakarta Pusat, saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (26/4/2026).

Dwi Rio mendesak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membuka secara transparan hasil investigasi internal terkait peristiwa tersebut.

“Publik perlu mendapatkan penjelasan utuh, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian serta kondisi teknis armada bus yang diduga terlibat,” ujarnya kepada Hallonews.id pada Kamis (7/5/2026).

“Fraksi PDIP meminta seluruh proses investigasi dibuka secara transparan agar masyarakat memperoleh fakta yang objektif dan tidak menimbulkan spekulasi,” tambahnya.

Ia juga meminta Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mempercepat proses penyelidikan secara profesional dan objektif.

“Selain itu, kepolisian diminta segera memberikan kepastian terkait status hukum pengemudi bus guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut,” tegasnya.

Selain itu, kata Dwi Rio Fraksi PDIP mendorong Transjakarta bertanggung jawab penuh terhadap seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban sejak awal kejadian.

Tak hanya itu, pendampingan psikologis serta bantuan kemanusiaan bagi keluarga korban juga dinilai perlu diberikan tanpa harus menunggu proses hukum selesai.

Lanjutnya, Fraksi PDIP turut mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengaturan lalu lintas dan manajemen jalur sepeda di kawasan Monas selama pelaksanaan CFD.

“Evaluasi tersebut dinilai penting, terutama pada titik-titik rawan yang berpotensi memunculkan konflik antara pesepeda, peserta CFD, dan armada Transjakarta yang tetap beroperasi pada lintasan tertentu,” tuturnya.

Selain aspek penanganan kasus, Dwi Rio juga mendorong pembahasan serius terkait standar keselamatan operasional armada, mekanisme pengawasan internal, hingga evaluasi operasional bus di kawasan padat aktivitas pesepeda.

“Langkah pencegahan harus diperkuat agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani mendorong Ditlantas Polda Metro Jaya mengusut hingga tuntas dalam peristiwa tragis tersebut.

“Kami meminta polisi agar mendalami dan membuka kepublik hasil penyelidikan atas peristiwa nahas itu,” tandasnya.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin membenarkan peristiwa nahas tersebut.

Ia menegaskan penyidik terus mendalami sesuai dengan prosedur. “Sesuai prosedur, proses sedang berjalan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan redaksi Hallonews telah berupaya kesekian kalinya untuk meminta konfirmasi atau keterangan resmi melalui Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani namun tidak ada respon maupun keterangan resmi. (fer)