DPRD DKI Ungkap Fakta soal Kehilangan Air PAM JAYA, Ternyata Bukan Sekadar Pipa Bocor
Ketua Komisi B DPRD DKI Nova Harivan Paloh mengungkap kehilangan air PAM JAYA bukan hanya akibat pipa bocor, tetapi dipengaruhi tiga faktor utama.

HALLONEWS.ID – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengungkap fakta penting di balik persoalan Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air yang selama ini menjadi tantangan besar bagi PAM JAYA.
Menurutnya, kebocoran pipa hanyalah salah satu penyebab, sementara masih ada faktor lain yang selama ini kurang diketahui publik.
Hal itu disampaikan Nova usai mengikuti peninjauan fasilitas reservoir PAM JAYA sekaligus rapat kerja bersama jajaran direksi perusahaan air minum tersebut.
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan Direktur Utama PAM JAYA, kehilangan air dibagi ke dalam tiga kategori utama.
Yakni konsumsi resmi yang belum ditagihkan, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik, termasuk kebocoran jaringan pipa.
“Selama ini masyarakat mengira NRW hanya terjadi karena pipa bocor. Padahal penyebabnya jauh lebih kompleks dan setiap kategori memiliki kontribusi yang berbeda terhadap kehilangan air,” ujar Nova kepada wartawan Selasa (21/6/2026).
Lanjutnya, dalam kunjungan tersebut, Komisi B juga meninjau keberadaan reservoir berkapasitas sekitar 5 juta liter dan 20 juta liter yang dipersiapkan untuk memperkuat distribusi air bersih ke sejumlah wilayah Jakarta.
Meski infrastruktur utama terus dibangun, Nova mengingatkan bahwa pekerjaan belum selesai.
“Air yang sudah tersedia di jaringan tidak boleh hanya mengendap di dalam pipa, tetapi harus segera tersambung ke rumah-rumah warga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Nova.
“Jangan sampai air sudah tersedia, tetapi sambungan rumah belum terpasang. Justru percepatan sambungan pelanggan menjadi salah satu kunci menekan angka kehilangan air,” tambahnya.
Nova juga mengungkap besarnya tantangan yang masih dihadapi PAM JAYA.
Untuk mengganti seluruh jaringan pipa tua sepanjang sekitar 13.000 kilometer, dibutuhkan investasi yang diperkirakan mencapai Rp22 triliun.
“Karena nilai investasinya sangat besar, PAM JAYA disebut akan melakukan market sounding guna menjajaki peluang pendanaan dan kerja sama dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Di sisi lain, Nova menyoroti langkah PAM JAYA terus memperkuat infrastruktur penyimpanan air.
Menurutnya, keberadaan reservoir membuat pasokan air di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara semakin aman.
Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus dipercepat, terutama perluasan layanan ke wilayah Jakarta Selatan, yang hingga kini masih banyak dinantikan warga.
“Saat turun ke daerah pemilihan, banyak masyarakat yang bertanya kapan jaringan air PAM JAYA masuk ke lingkungan mereka,” tutur Nova.
Nova berharap seluruh program yang kini berjalan mampu menekan angka kehilangan air sekaligus memperluas akses layanan air perpipaan bagi masyarakat Jakarta secara merata.
“Harapan itu harus dijawab dengan percepatan pembangunan sambungan rumah,” pungkas Nova. (fer)
