Hujan Deras di Bogor Picu 16 Bencana, Banjir dan Longsor Terjadi di Sejumlah Wilayah
Hujan deras disertai angin kencang memicu 16 kejadian bencana di Kota Bogor, mulai dari banjir lintasan hingga tanah longsor yang merusak sejumlah rumah warga.

HALLONEWS.ID – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Bogor pada Selasa (10/3/2026) sejak sore memicu sedikitnya 16 kejadian bencana di berbagai wilayah kota tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor, bencana yang terjadi meliputi tanah longsor, banjir lintasan, serta kerusakan bangunan akibat cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan sejumlah wilayah terdampak cukup serius, terutama di kawasan Kecamatan Bogor Utara yang menjadi daerah dengan kejadian terbanyak.
“Kerusakan cukup parah, semua relatif. Hanya saja di Bogor Utara banjir lintasan dampaknya cukup besar,” ujar Dimas.
Banjir Rendam Permukiman Warga
Beberapa titik banjir dilaporkan terjadi di kawasan Kelurahan Cimahpar, tepatnya di Blok Paku, serta di Kelurahan Tanah Baru.
Selain itu, banjir juga melanda wilayah Katulampa akibat meluapnya Sungai Cikeas, yang merendam sekitar 15 rumah warga.
Delapan Titik Longsor di Permukiman Padat
Selain banjir, BPBD mencatat sedikitnya delapan titik tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah padat penduduk.
Lokasi longsor antara lain berada di Kelurahan Cipaku, Kelurahan Bondongan, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tegalgundil, Kelurahan Tegallega, dan Jalan Lolongok di Kelurahan Empang.
Longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras selama beberapa jam.
Atap Rumah Rusak hingga Tembok Roboh
Cuaca ekstrem juga menyebabkan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan.
Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan atap hingga ambruk, di antaranya di Kompleks Rimba Bakti, Kelurahan Pasirkuda; Lebak Kantin, Kelurahan Sempur; dan Kampung Cikaret.
Selain itu, tembok belakang rumah warga di kawasan Ceger, Bogor Utara juga dilaporkan roboh akibat derasnya aliran air.
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Meski sejumlah kerusakan terjadi, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Namun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.
“Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan, karena potensi bencana masih bisa terjadi,” kata Dimas.
BPBD juga terus melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman. (opy)
